Terinspirasi Game Pokemon Go, Tercipta Aplikasi Nelayan Karya Anak Bangsa: Fish Go

Selamat datang Kredit-Motorhonda di Portal Ini!

Kredit-Motorhonda – Nelayan tradisional merupakan tulang punggung perekonomian dan mata pencaharian di banyak wilayah pesisir dunia. Meskipun terdapat keberagaman dalam pengembangan profesi ini, nelayan tradisional seringkali menghadapi banyak kesulitan yang mengancam kelangsungan hidup mereka dan keluarga mereka. Terinspirasi Game Pokemon Go, Tercipta Aplikasi Nelayan Karya Anak Bangsa: Fish Go

Salah satu tantangan utama bagi nelayan tradisional adalah cuaca yang tidak menentu. Mereka sering bepergian dengan peralatan seadanya dan cuaca buruk atau badai menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan mereka. Nelayan tradisional seringkali tidak memiliki akses yang memadai terhadap informasi cuaca yang akurat, sehingga membuat mereka rentan terhadap bahaya di laut. Libur Sekolah, 128 Siswa Bersaing di Indonesian Cup 2023

Perubahan iklim global juga memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan nelayan tradisional. Perubahan suhu laut, naiknya permukaan air laut, dan pola cuaca yang tidak stabil mempengaruhi pergerakan ikan dan menurunkan hasil tangkapan nelayan. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan mereka dan meningkatkan ketidakpastian keuangan mereka.

Nelayan tradisional seringkali menggunakan peralatan dan teknik yang sangat sederhana. Meskipun kemajuan teknologi dalam industri perikanan semakin pesat, banyak nelayan tradisional yang masih mengandalkan perahu kayu, jaring sederhana dan peralatan tradisional lainnya. Hal ini mengurangi efektivitas dan daya tangkapnya. Inovasi Pemuda Bali

Seorang pemuda yang sangat berbakat bernama Ai Gede Mertha Yoga Pratama menciptakan sebuah penemuan luar biasa bernama Fish Go. Aplikasi pelacak posisi ikan berbasis navigasi ini mempunyai tujuan besar untuk membantu para nelayan yang berada di wilayah Bali dalam menjalani kehidupannya. Dalam upayanya ini, Yoga, begitu ia biasa disapa, didampingi sembilan rekannya yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Proyek Fish Go dirancang untuk mengubah cara para nelayan menjalankan profesi mereka. Aplikasi ini memetakan pergerakan ikan dan memprediksi kondisi cuaca dengan sangat akurat. Hasilnya, para nelayan dapat melaut dengan lebih aman dan efisien, sekaligus mengurangi limbah bahan bakar dari kapal mereka. Yoga memandang potensi kelautan dan perikanan Indonesia sebagai aset besar dan berkomitmen untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Apa yang membuat Fish Go begitu unik adalah asal mula idenya. Awalnya aplikasi ini terinspirasi dari game online populer Pokemon Go. Di Pokemon Go, pemain harus berjalan dan bergerak untuk menemukan karakter Pokemon virtual. Namun Yoga memiliki pemahaman mendalam tentang arus laut dan pergerakan ikan berdasarkan informasi tersebut. Hal ini mendorongnya untuk melakukan penelitian lapangan secara intensif.

Temuan penelitiannya mengarah pada pembuatan aplikasi Fish Go pada tahun 2017. Dengan adanya aplikasi ini, Yoga berharap dapat membantu para nelayan Bali dalam mencari dan menangkap ikan dengan lebih efisien. Sebelumnya proses penangkapan ikan di Bali masih sangat tradisional berdasarkan pengamatan konstelasi dan pengalaman. Nelayan harus menavigasi ke berbagai tempat untuk menemukan tempat memancing yang tepat.

Kini, berkat Fish Go, lebih dari 50 nelayan di Bali menggunakan aplikasi ini. Hasil tangkapan mereka meningkat signifikan, dari sekitar 40-60 kg per hari menjadi 100 kg per hari. Penemuan yoga oleh Fish Go memberikan dampak positif yang nyata pada komunitas nelayan, membantu meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

I Gede Merta Yoga Pratama memenangkan SATU Indonesia Awards pada tahun 2020 bersama dengan orang-orang inspiratif lainnya atas inovasi menariknya dalam bentuk aplikasi berbasis navigasi nelayan tradisional. Terinspirasi Game Pokemon Go, Tercipta Aplikasi Nelayan Karya Anak Bangsa: Fish Go

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. MPR Ingatkan Masyarakat Jangan Gunakan Pinzol untuk Selesaikan Masalah Keuangan: Itu Jebakan Wakil Presiden MPR Indonesia Sjarifuddin Hassan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengandalkan aplikasi pinjaman online (Pinzol) untuk mengatasi masalah keuangan. Kredit-Motorhonda 6 Februari 2024